Yogyakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) melaksanakan benchmarking sekaligus sharing session kelembagaan ke Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta pada Jumat, 24 April 2026. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, diskusi organisasi, serta pertukaran wawasan antar pengurus BEM kedua perguruan tinggi dalam upaya meningkatkan kualitas kepemimpinan mahasiswa dan efektivitas program kerja organisasi.
Rombongan BEM UWKS memulai perjalanan sejak pukul 05.00 WIB dengan persiapan berkumpul di Sekretariat BEM UWKS, kemudian berangkat menuju ISI Yogyakarta pada pukul 06.00 WIB. Setelah tiba sekitar pukul 11.00 WIB, seluruh peserta melakukan persiapan ibadah, istirahat, dan bersih diri sebelum melanjutkan agenda utama benchmarking di kampus ISI Yogyakarta.
Acara resmi dimulai pukul 13.15 WIB di aula kampus dengan pembukaan oleh Master of Ceremony, dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars ISI, serta Hymne UWKS sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai kebangsaan dan identitas institusi masing-masing. Suasana berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.
Sesi sambutan disampaikan oleh Ketua Pelaksana dan perwakilan pers dari kedua institusi. Dari pihak ISI Yogyakarta hadir Kayla Melbena selaku Ketua Pelaksana dan Suci Novia sebagai perwakilan pers. Sementara dari pihak UWKS, sambutan disampaikan oleh Marcella selaku Ketua Pelaksana dan Rizki Nuhan Maulana sebagai perwakilan pers. Dalam sambutannya, kedua belah pihak menegaskan pentingnya benchmarking antarorganisasi mahasiswa sebagai sarana penguatan kapasitas kepemimpinan, inovasi program kerja, serta pengembangan jejaring kelembagaan antar kampus.
Kegiatan dilanjutkan dengan perkenalan seluruh anggota dan struktur kementerian dari masing-masing BEM. BEM UWKS memperkenalkan jajaran BPH, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Dalam Negeri, PSDM, Polhum, Pensosbud, Kemenpora, serta Kominfo. Sementara BEM ISI Yogyakarta memperkenalkan BPH, Advokesma, PSDM, Kemendagri, Kemenlu, RAS, RDB, Medifor, Kemenpora, PPM, KASAD, hingga Ekraf. Sesi ini menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka dan kolaboratif.
Pada sesi pemaparan materi, masing-masing pihak mempresentasikan sistem kerja organisasi, strategi pengelolaan kementerian, serta pengalaman dalam menjalankan roda organisasi kampus. Press ISI Yogyakarta, Suci Novia bersama Fenty, memaparkan sistem kelembagaan di lingkungan BEM ISI. Sementara dari UWKS, pemaparan disampaikan oleh Rizki Nuhan bersama Agna mengenai pola kerja organisasi, tantangan kepengurusan, dan inovasi program kerja yang telah dijalankan.
Puncak kegiatan berlangsung pada sesi sharing session antar kementerian yang membahas berbagai aspek strategis organisasi, mulai dari program kerja tiap kementerian, kendala dalam pelaksanaan program, strategi penyelesaian masalah, hingga metode pengukuran keberhasilan program kerja. Diskusi juga menyoroti pentingnya dampak jangka panjang terhadap mahasiswa, strategi kolaborasi lintas kementerian, serta pengalaman paling berharga selama menjalankan kepengurusan di BEM. Setiap kementerian berdiskusi secara berpasangan sesuai bidangnya, seperti Kemendagri, Kemenlu, PSDM, Kemenpora, Kominfo, hingga Polhum dan Pensosbud.
Untuk menjaga suasana tetap interaktif dan menyenangkan, panitia juga menghadirkan ice breaking, fun game Kahoot, serta sesi pembuatan konten kreatif bersama. Kegiatan ditutup dengan penyerahan vendel sebagai simbol persahabatan dan kerja sama antar lembaga, dilanjutkan foto bersama secara indoor maupun outdoor di depan rektorat ISI Yogyakarta.
Melalui kegiatan benchmarking ini, BEM UWKS berharap dapat memperluas wawasan organisasi, mempererat hubungan antar perguruan tinggi, serta menghadirkan inovasi baru dalam tata kelola organisasi kemahasiswaan yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi mahasiswa. Benchmarking ini menjadi bukti bahwa sinergi antarkampus merupakan langkah penting dalam menciptakan generasi pemimpin muda yang visioner dan berintegritas.